House of Tugu Hadirkan De Tiger, Speakeasy Bar Bertema Jalur Rempah di Kota Tua

2026-06-19
House of Tugu Hadirkan De Tiger, Speakeasy Bar Bertema Jalur Rempah di Kota Tua

House of Tugu Old Town Jakarta akan meluncurkan De Tiger, speakeasy bar bertema jalur rempah dan budaya Peranakan di kawasan Kota Tua pada 2026.

Menghidupkan Kembali Narasi Perdagangan Maritim di Kota Tua

Kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta bersiap menyambut kehadiran destinasi kuliner dan hiburan malam terbaru yang menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung. House of Tugu Old Town Jakarta dijadwalkan akan resmi menghadirkan De Tiger, sebuah speakeasy bar yang mengusung konsep narasi sejarah yang mendalam.

Mulai tanggal 26 Juni 2026, De Tiger akan membuka pintunya untuk umum dengan membawa atmosfer yang merekonstruksi masa kejayaan perdagangan maritim di Nusantara. Destinasi ini tidak hanya sekadar tempat bersantai, namun juga menjadi media untuk menceritakan kembali sejarah besar yang pernah terjadi di tanah Batavia.

Integrasi Budaya Peranakan dan Jejak Jalur Rempah

Konsep utama yang diangkat oleh De Tiger adalah perjalanan melalui jalur rempah yang legendaris. Melalui elemen desain dan suasana yang dibangun, pengunjung diajak untuk menyelami kembali jejak rempah-rempah yang dahulu menjadi komoditas paling berharga di dunia. Selain itu, aspek budaya Peranakan yang kaya akan asimilasi sejarah juga menjadi salah satu pilar utama dalam konsep bar ini.

Beberapa elemen historis yang menjadi inspirasi utama dalam pengembangan destinasi ini meliputi:

  • Kisah perdagangan maritim yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan penting di Nusantara.
  • Kekayaan budaya Peranakan yang mencerminkan akulturasi budaya di Jakarta.
  • Signifikansi kawasan Sunda Kelapa sebagai pusat aktivitas maritim masa lalu.
  • Pesona historis kawasan Kali Besar yang menjadi saksi bisu perkembangan ekonomi kota.

Revitalisasi Wisata Sejarah melalui Kuliner

Dengan kehadiran De Tiger, House of Tugu berupaya memperkuat daya tarik wisata Kota Tua Jakarta, khususnya dalam sektor kuliner dan hiburan malam. Penggunaan tema sejarah seperti jalur rempah dan budaya Peranakan diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi wisatawan yang ingin merasakan nuansa nostalgia masa lalu di tengah modernitas kota Jakarta.

Kawasan Sunda Kelapa dan Kali Besar, yang menjadi inspirasi utama, merupakan titik krusial dalam sejarah perdagangan dunia. Melalui kehadiran destinasi baru ini, diharapkan semangat sejarah tersebut tetap dapat dinikmati oleh generasi masa kini dalam suasana yang lebih eksklusif dan berkelas.

Baca lebih lanjut
Rekomendasi
Rekomendasi